27 Februari 2015

SERIGALA PADA SEBUAH DESA (refleksi terorisme ISIS)

Ada sebuah desa dipinggir hutan. Sebelumnya tentram, damai dengan sedikit kegaduhan yg kadang malah mengurangi kebosanan.

Sampai suatu masa. Tanpa ada tanda2 dan peringatan segerombolan serigala yang ganas menyerang. Setiap selesai membunuh warga, gerombolan itu kembali ke sarang mereka. Di pojok hutan dekat desa. Lolongan mereka pada malam hari terdengar jelas menyeramkan dan menakutkan. Mencekam jiwa dan raga.

Banyak warga desa yang terbunuh. Ada yang mati dengan tubuh dicabik2. Ada yang lehernya digigit sampai putus. Bahkan ada warga desa yang mati terbakar karena saat menyerang malam hari gerombolan serigala mengobrak-abrik lampu minyak yang sedang menyala. Tak terbilang yg mati, yang lain bagaikan antri.

Yang menyeramkan ada beberapa orang yg tergigit dan selamat tetap terbaring lemah di pembaringan. Setiap malam saat lolongan terdengar, mereka yg tergigit ikut2an melolong. Warga makin cemas, apakah ini pertanda wabah?

Warga desa takut dan tercekam. Mereka bingung apa yg harus mereka lalukan. Apa harus melawan dan bagaimana melawan gerombolan serigala. Belum lagi bagaimana merawat mereka yg tergigit.

Sesudah berdiskusi berhari2 warga desa bermufakat. Mereka akan melawan! Yang tergigit dikarantina. Semua pada mulanya sepakat, sampai kemudian ada yg berseru: "sebelum melawan kita harus selidiki dulu". "Apanya yg diselidiki?" tanya seorang kawan. "Gerombolan serigala ganas itu apakah memang serigala liar yg kelaparan atau jangan2 kiriman dari desa sebrang yang tidak suka sama kita!".

Dipojokan ruang pertemuan, seseorang menunduk menahan senyum. Gerombolan serigala itu telah membunuh tetangga yg dia benci. Tetangga yg memergoki aksinya mencuri di kantor desa.

Berhari2 semua berdebat, aksi dan tindakan terhambat. Debat ttng asal-usul serigala. Jenis serigala, ciri serigala jantan dan betina. Serigala suka bunuh warga berkulit hitam atau coklat.

Sampai suatu malam, pada pertemuan kesekian kalinya. Lolongan gerombolan serigala terdengar dekat sekali. Tidak lagi dipojok hutan, tapi didepan pintu balai pertemuan desa. Semua mengintip keluar. Barisan serigala bergigi tajam menatap siap menyantap.

BSD City
Awal Maret 2015
EU4U

Tidak ada komentar: