11 Mei 2011

MT Series 3 - Apa untungnya ikut Management Trainee (MT) Program?

Pada suatu Reuni
Seperti juga reuni-reuni yang lain, maka Reuni SMAN 1 Gunung Wetan berlangsung seru. Bagaimana tidak seru karena sesudah berpisah 15 tahun sejak, tepatnya sejak lulus SMA baru kali ini mereka bisa bertemu kembali dengan para konco lawas yang lama tidak terdengar kabarnya. Sebagai SMA favorit di Kabupaten Gunung Wetan maka 400 orang siswa lulusan 1996 berpencar kemana-mana. Ada yang melanjutkan kuliah diberbagai perguruan tinggi dan ada juga yang langsung kerja.

“Andi, apa kabarmu?”, cowok berbaju biru dengan kacamata bulat bertangkai hitam menyapa kawannya yang sedang duduk menikmati makan siang.

“Baik Tom, kamu sendiri bagaimana?” Andi gantian bertanya pada Tomi sembari mempersilahkan duduk disebelahnya.

“Baik selalu bro, bagaimana pekerjaanmu di perusahaan Properti itu?” Tomi meletakkan piring makanan yang dia bawa dan duduk disebelah Andi. Tomi dan Andi tidak hanya teman satu SMA, mereka juga sesama Alumni salah satu perguruan tinggi yang terkenal di Bandung. Kalau Andi mengambil jurusan Teknik Sipil, Tomi mengambil jurusan Teknik Mesin. Sejak lulus kuliah 10 tahu yang lalu mereka putus kontak karena kesibukan kerja masing-masing.

“Yah beginilah Tom, masih jadi Asisten Manager. Perlu banyak belajar dan berkarya agar bisa mengejar ketertinggalan dari kamu. Aku dengar kabar kamu sekarang sudah jadi Vice President di perusahaanmu ya Tom?”.

Tomi hanya tersenyum simpul mendengarkan pertanyaan kawan akrabnya itu.


Jalan Toll vs Jalan Umum
Andi dan Tomi kalau dilihat dari sudut pandang Intelektualitas bisa dikatakan bagaikan pinang dibelah dua. Mereka berdua sama-sama lulusan terbaik dari SMA Gunung Wetan, mereka juga lulus kuliah dalam waktu yang bersamaan sesudah menjalani 5 tahun kuliah di Bandung. Bahkan kalau membandingkan IPK, mereka hanya berselisih 0.1. Andi lulus dari Teknik Sipil dengan IPK 3.2 sedangkan Tomi lulus dari Teknik Mesin dengan IPK 3.1.

Jadi apa yang terjadi selama 10 tahun terakhir ini sehingga “nasib” mereka menjadi sedemikian berbeda? Sesudah 10 tahun berkarir disalah satu perusahaan properti ternama di Indonesia posisi Andi “hanya Asisten Manager” sedangkan Tomi yang berkarir disalah satu perusahaan otomotif sudah mencapai posisi Vice President. Sebuah posisi yang 4 tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Andi. Sebuah perbedaan yang besar karena mereka memulai dari waktu yang sama 10 tahun yang lalu!

Untuk melihat apa yang membuat dua orang yang sama-sama memiliki potensi menjadi sedemikian berbeda sesudah 10 tahun kemudian, maka keputusan & strategi karir sesudah lulus kuliah menjadi faktor X tersebut.

Kembali ke tahun 2001, sebelum wisuda mereka berdua mengirimkan surat lamaran dan diterima dibeberapa perusahaan. Sesuai dengan jurusan yang diambil maka Andi mengirimkan surat lamaran ke-3 perusahaan Properti ternama dan semuanya diterima. Pada akhirnya Andi memilih bekerja di perusahaan properti nomer 1 di Indonesia sebagai staff perencanaan & pengembangan bisnis. Sebuah posisi yang menjadi dambaan Andi karena posisi tersebut menurut Andi sesuai dengan ilmu yang dia pelajari selama 5 tahun di bangku kuliah.

Tomi juga mengirimkan lamaran keberbagai perusahaan. Salah satu yang menerimanya adalah perusahaan otomotif ternama dengan posisi sebagai Management Trainee Marketing. Pada awalnya Tomi merasa gamang karena dari presentasi yang dia ikuti, selama 1 tahun menjalani program MT, yang dia lakukan bukanlah bekerja namun malah disuruh belajar dan diputar keberbagai divisi yang ada di perusahaan itu dan diberikan tugas melakukan input perbaikan sistem. Andi bahkan sempat memberikan komentar negatif tentang program MT karena masih harus belajar lagi 1 tahun sementara mereka sudah 5 tahun belajar dibangku kuliah. Suatu komentar yang sebenarnya juga menjadi pertanyaan didalam diri Tomi. Namun karenan hebatnya presenter MT program dari perusahaan tersebut maka Tomi membesarkan hatinya untuk ikut program Management Trainee yang ditawarkan.

Dan waktu berlalu sedemikian cepat. Sesudah lulus pogram MT, Tomi langsung mendapatkan kesempatan untuk mengepalai seksi penjualan diwilayah tertentu dengan posisi sebagai Asisten Manager. Hanya dalam waktu 2 tahun Tomi mampu melakukan perubahan sistem kerja dan mampu membawa area yang menjadi tanggung jawabnya meningkat 200% dalam penjualan.

Tomi mendapatkan promosi sebagai Manager Area di tahun ke-3 karirnya. Bekal ilmu pada saat menjalani program Management Trainee membantunya untuk terus berprestasi sehingga posisi Senior Manager dapat diraihnya 3 tahun kemudian. Posisi Vice President Sales area Jawa & Bali dapat diraihnya tahun lalu! Tomi hanya butuh 3 tahun untuk naik dari posisi Senior Manager ke posisi VP.

Sementara itu selama 10 tahun berkarir Andi baru 2x mendapatkan kesempatan promosi. Promosi pertama terjadi sesudah 4 tahun bekerja naik dari Staff menjadi Senior Staff dan 4 tahun yang lalu posisinya naik dari Senior Staff menjadi Asisten Manager sesudah pemegang jabatan tersebut mengundurkan diri dan pindah ke perusahaan lain.

Apa yang beda?
Terus apa yang membedakan program Management Trainee dengan program rekrutment karyawan staff biasa? Dibawah ini ada beberapa hal yang menjadi faktor pembeda yang akan berpengaruh besar dalam karir di masa depan:

Management Trainee
1. Seleksi penerimaan ketat
2. Mendapatkan program pengembangan khusus dalam periode tertentu
3. Mendapatkan Coach dan Mentor
4. Mendapatkan prioritas saat ada pelatihan
5. Start gaji cukup tinggi
6. Otomatis masuk ke dalam Talent Pool
7. Mendapatkan penugasan yang menantang
8. Rotasi disemua divisi sehingga mengenal proses bisnis perusahaan secara menyeluruh
9. Kenal dengan banyak key person pada saat menjalani rotasi
10. Prioritas pertama (sebagai anggota Talent Pool) pada saat ada kesempatan promosi

Rekrutment biasa
1. Seleksi standar
2. Program pengembangan mengikuti prosedur biasa
3. Pengembangan dari atasan langsung
4. Pelatihan tergantung kebutuhan
5. Start gaji standar
6. Mengikuti seleksi saat masuk ke Talent Pool
7. Penugasan sesuai dengan kebutuhan di divisi sendiri
8. Mengenal bisnis proses di divisinya sendiri
9. Kenal dengan orang2 di divisi sendiri
10. Promosi urut kacang di divisinya sendiri

Jadi, apakah tawaran program Management Trainee merupakan tawaran yang menjadi prioritas pertama bagi lulusan baru?
Ya, dengan catatan teliti sebelum membeli! Cek dahulu program MT tersebut dijalankan seperti apa dan bagaimana.

Selamat berburu!

Jakarta, 11 Mei 2011
Eko Jatmiko Utomo
HR Practitioner, Consultant, Facilitator & Coach.

Penulis merupakan Ex-MT dari dua perusahaan Nasional terkemuka serta
memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam mengembangkan program MT dibeberapa perusahaan termasuk perusahaan Multi National Company.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

misal kita ikut mt selama 12 bulan dan dinyatakan layak menjadi lulusan MT.apakah kita hanya boleh bekerja didalam perusahaan yang menyelenggarakan MT tsb?atau kita bisa pindah kerja/perusahaan ketempat lain?