14 Februari 2010

Membangun Perilaku (memujimu setulus hatiku part 2)


Pulang kerja setiap malam menjadi ritual yang ditunggu, indah dan menyegarkan. Kenapa moment ini ditunggu-tunggu? sebab demikian mobil parkir di halaman maka dari dalam rumah menghambur dua sosok kurcaci yang paling indah di dunia dengan teriakan khas mereka "papa dataaaaaaaaaang!". Teriakan itu begitu indah terdengar ditelinga dan menyegarkan badan lungkrah dan pikiran kusut diguyur berember2 kerjaan di kantor.

"Anak papa yang cantik ini pintar sekali, makasih ya Tesa!" kataku begitu Tesa selesai mencopot sepatu dan kaos kaki serta meletakkannya di rak dipojok teras rumah. Sejak 3 bulan yang lalu, secara mendadak Tesa membantu mencopot sepatu tanpa diminta, dan sejak saat itu maka ritual ini berlangsung setiap malam sepulang kerja. Senyum Tesa segera mengembang bak bunga matahari diterik siang saat papanya memberikan pujian tulus "Makasih Tesa ya....sudah membantu papa mencopot sepatu papa" sambil mencium kepalanya. Dan kelihatannya Tesa menjadi pihak yang ikut menikmati ritual mencopot sepatu tanpa diminta cukup dengan ucapan "anak cantik papa yang baik...."

Asisten kami mendapatkan kontrak kerja khusus, salah satu clausal dalam kontrak tadi menyatakan bahwa dia mendapatkan hak cuti sehari dalam seminggu. Dan hari selasa menjadi hari yang sibuk bagi kami sekeluarga, berhubung asisten cuti dan baru kembali siang hari maka pada pagi hari semua sibuk luarbiasa. Papa Tesa sibuk untuk berangkat ke kantor, sementara mama Tesa sibuk menyiapkan makan dan menyiapkan keperluan sekolah Tesa dan Jason. Yang luarbiasa, dengan keterbatasan komunikasi verbalnya Tesa dengan sigap membantu memandikan adiknya dan bahkan memasang baju Jason sekaligus. Tesa tidak berhenti disitu, pulang sekolah Tesa segera mengambil baju jemuran dan segera pasang kuda2 untuk mensetrika pakaian. Semuanya dilakukan oleh Tesa tanpa perintah kami orang tuanya. Kami hanya bisa menerka2 bahwa Tesa sebagai anak sulung memiliki kecenderungan untuk "lebih dewasa". Satu2nya hal yang kami lakukan saat Tesa mengerjakan semua hal hanyalah mengucapkan "terimakasih Tesa, anak papa yang cantik ini memang pintar!", dan Tesa akan menjawab "sama-sama papa" dan bertambah semangatnya untuk mengerjakan tugas2 itu.

Malam ini mak Erni, tukang urut langganan kami tidak bisa datang karena sudah fully booked! dan berhubung seharian mengajar diworkshop maka betis kanan dan kiri jelas kelelahan menyangga tubuh yang sedikit overweight (menghibur diri mode on). Segera setelah minum teh manis maka kalimat pertama yang keluar dari mulut adalah "ma, kalau aku rasa-rasakan, pijatanmu itu tidak kalah dari mak Erni lho! bahkan pijatnmu lebih syahdu rasanya..............." dan segera mengambil posisi menyelonjorkan kaki ke depan mukanya.

BSD City, 28 Jan 2009
Eko Utomo

Tidak ada komentar: