17 Juni 2010

Kacamata Tesa (memilih sudut pandang)


Adakah anak kecil yang tidak suka berenang? demikianlah juga Tesa dan Jason. Pengalaman berenang selama 9 bulan di air kehidupan di rahim mama saat tumbuh sebagai bayi mendorong mereka untuk mencari pemenuhan hal yang sama di kolam renang lagi dan lagi tiada bosan.

"Asyiiiiiiiiiik kita berenang ke Ocean Park!" seru Tesa dengan nada gembira. Sore ini dengan ditemani oleh papa, mama, eyang, opung boru dan si mbak, Tesa dan Jason dengan semangat 45 menuju taman bermain merangkap kolam renang Ocean Park yang berada di jantung BSD City. Rupanya kolam renang plastik dengan diameter 2 meter yang dibelikan mamanya tidak dapat mengurangi kesukaan mereka bermain seluncuran di Ocean Park.

"Papa lihat pa" teriak Tesa gembira. Diatas hidungnya telah bertengger kacamata rayben kepunyaan sang mama!
"Wooow cantik nih anak papa, kayak artis ibukota Serpong" seruku saat melihat gaya Tesa.
"Papa..........pohon warnanya coklat"
"Iya sayang........pohon warna coklat karena Tesa pakai kacamata mama, coba kacamatanya kamu copot"
"Pohon warna hijau lagi pa!" jerit suara bening Tesa mengalahkan deru mesin mobil.
Aku hanya tersenyum simpul sambil memijat hidung Tesa.

Jam menunjukkan pukul 4 sore saat kami tiba di lokasi. Gerimis kecil turun perlahan mengantarkan kami masuk ke Ocean Park. Tesa dan Jason segera membuka baju dan terjun ke kolam begitu tiba disana.
"Opung coba lihat tuh si Jason......badannya montok dan gendut kayak papanya" mama Jason memberi komentar terhadap anak laki-lakinya.
"Memang gede benar si Jason, umur baru 5 tahun tapi sudah tinggi dan besar, ada kali 30 kg dia" opungnya membalas komentar mama Jason.
"Byuuuuuuuuuuuur" air kolam muncrat cukup tinggi. Seorang anak sepantaran Jason meloncat dan meluncur di seluncuran dan mengakibatkan huru hara kecil.
"Walaaaaah......dikasih makan apa ya sama mamanya? badannya kok sebesar kingkong." kata mama Tesa. "Jason disebelahnya jadi kurcaci he he he" lanjutnya sambil tertawa kecil.
"Nah....itu dia ma, besar kecilnya Jason mah tergantung dengan pembandingnya" komentarku menanggapi seruan mama Tesa.

***
Pengumuman pengumaman.....mohon menjadi perhatiannya, kepada ibu Sri dari Tangerang untuk segera ke ruang informasi karena sedang ditunggu oleh suaminya bapak Anto" loudspeaker diatas kami meneriakkan pengumuman.
"Dasar suami ngak sabaran, masak gitu aja dimasukkan ke bagian pengumuman. Apa dia ngak bisa mencari sendiri istrinya" desis mama Tesa mengomentari pengumuman barusan.
"Bisa jadi istrinya yang ngak tahu diri ma, asyik berenang sehingga lupa waktu dan lupa suami" sahutku sambil tersenyum simpul.

"Maksud papa apa?"
"Maksudku ungkapan mama barusan adalah interprestasi sepihak dari mama terhadap pengumuman tadi. Dan interprestasi tadi sangat dipengaruhi oleh sudut pandang mama. Orang lain bisa juga melakukan interprestasi yang lain dan yang sangat mungkin juga salah. Sama dengan kacamata rayben yang dipakai Tesa tadi."
"Lha terus interprestasi yang benar gimana dong?" kali ini nada mama Tesa menuntut penjelasan.
"Ya tidak perlu diinterprestasikan, yang ada adalah ibu Sri yang ditunggu oleh pak Anto diruang tunggu" jawabku sambil tetap tersenyum simpul.
"Lha kejadian sebenarnya bagaimana?" mama Tesa mengejar jawaban seperti angkot mengejar setoran.
"Kejadian sebenarnya bisa tanya langsung ke bu Sri dan pak Anto!, diluar itu adalah asumsi kita yang mungkin benar dan juga mungkin salah."

BSD City
22 May 2010
Bebek cabai hijau itu memang amboii
EU for U

Tidak ada komentar: