18 Januari 2016

MAU SEKOLAH LAGI? #Hal8

Catatan Harian Eko Utomo
MAU SEKOLAH LAGI? #Hal8

Sering orang datang ke saya, minta saran tentang keinginannya untuk kuliah lagi, ambil master. Sebagian besar jurusan bisnis dengan gelar Magister Management.

Bagi orang yang belum begitu saya kenal saya eksplorasi aktivitasnya di dalam pekerjaan. Seberapa aktif dia belajar dan bekerja dalam fungsi organisasinya, seberapa aktif dia belajar dan juga bekerja dalam bidang non fungsinya.

Bagi mereka yang sudah dalam posisi manager, proses eksplorasi lebih mudah dilakukan. Jika ybs. adalah seorang HR manager, seberapa baik dia menguasai seluk beluk pekerjaan di fungsi HR. Inisiatif HR apa yang sudah dia kembangkan yang berkaitan dengan sistem dan program HR.

Jika eksplorasi ini mendapatkan penilaian yang baik, maka penelusuran naik ke level berikutnya. Seberapa sering dia terlibat dalam aktivitas bisnis di fungsi lain. Seberapa banyak dia terlibat di fungsi sales marketing, operasi atau finance?

Kalau kedua proses eksplorasi di atas mendapatkan fakta yang kurang memuaskan, maka saran saya tunda dulu keinginan untuk kuliah master bisnis.

Saran saya, setahun dua tahun ke depan yang bersangkutan saya dorong untuk mengambil sekolah bisnis lain yang lebih baik daripada sekolah bisnis Prasetya Mulya sekalipun! di mana? di PEKERJAAN dalam perusahaanya.

Pekerjaan kita sehari-hari adalah sekolah yang luarbiasa. Kenapa luarbiasa? karena merupakan tempat dimana kita bisa belajar banyak dan DIBAYAR. Coba cari universitas mana yang memberikan bayaran sama kita! ngak bakalan ketemu.

Masalahnya banyak pekerja yang tidak menyadarinya. Mereka membuat dikotomi antara sekolah dan bekerja. Kalau sekolah ya belajar, demikian juga di ujung yang lain, kalau kerja ya kerja.

Padahal bekerja dan belajar ada di ujung yang sama. Kedua2anya bisa dilakukan dalam waktu yang sama. Kalau selama ini hal itu tidak terjadi dalam hidup kita, ya mungkin karena kacamata kuda yang kita pakai. Jadi lepaskanlah kacamata kuda itu.

Proses pembelajaran di pekerjaan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan belajar di bangku kelas. Dalam pekerjaan kita tidak hanya berteori, kita juga mengerjakannya, merasakan emosinya.

Kita tersenyum lebar dan jantung berdesir kencang saat berhasil. Kita tertunduk lesu dan sering sakit hati saat bertemu masalah dan kegagalan. Kognitif, afektif dan kinestetik semua terlibat disana. Jauh lebih mendalam dibandingkan dengan studi kasus yang cuma menggali aspek kognitif.

Jadi, saat kita kemudian mengambil S2, maka proses pembelajaran yang kita lakukan adalah tinggal mengkalibrasi ulang pengalaman yang kita miliki dibandingkan dengan teori2 yang diajarkan dan tentu saja pengalaman2 rekan kuliah.

Proses pembelajaran intensif di pekerjaan juga membantu kita untuk tahu pasti teori apa yang kita cari yang tidak kita temukan di pekerjaan sehari-hari. Kuliah lagi adalah proses "kulakan" bahan untuk kembali "jualan".

Jadi, masih mau ambil S2?

EU4U
080116

Tidak ada komentar: