22 Desember 2016

Life & Death Decision Making: Sully vs MT #Hal110


Catatan Harian Eko Utomo

Life & Death Decision Making: Sully vs MT #Hal110

***
We Call It Intuation

"Ada kebocoran oli di ruang mesin pak", kata mas Mul pemilik bengkel langganan saya.

Dan saya hanya garuk2 kepala yang tidak gatal. Antara percaya dan tidak percaya.

Saat saya datang ke bengkelnya, saya hanya bilang ke mas Mul bahwa power mobil saya lemes. Yang kemudian dia lakukan adalah mendengarkan suara mesin dan menengok sebentar knalpot di belakang.

"Nanti kita cek detail saat bongkar mesinnya pak", mas Mul mungkin melihat keraguan yang memercik di muka saya.

Sekedar basa-basi dan sopan santun karena beberapa saat berikutnya montir selesai memeriksa dan membongkar mesin, apa yang menjadi perkataannya merupakan sebuah kebenaran.

Diagnosa yang tajam dan terpercaya. Sering disebut sebagai INTUISI.

***
Intuisi, Sully & Penyelamatan 155 Penumpang

Minggu lalu saya menonton film Sully, kisah heroik dimana Kapten Sully yang sedang take off dari LaGuardia New York menuju North Carolina di ketinggian 800 m menabrak sekumpulan angsa Kanada yang sedang bermigrasi.

Sekian detik berikutnya adalah sejarah kepahlawanan Kapten Sully dalam membuat keputusan maha penting, tidak hanya bagi dirinya, namun juga bagi 154 penumpang dan awak pesawat.

Dalam keterbatasan waktu, ketinggian yang kurang dan kecepatan pesawat yang lambat, Sully membuat keputusan hidup dan mati dengan mendaratkan pesawat di Sungai Hudson yang dingin, tidak kembali ke bandara LaGuardia atau ke Teterboro seperti yang disarankan pihak Air Traffict Control (ATC).

Sebuah keputusan yang sangat berani dan percaya diri. Sejarah hanya sedikit mencatat pesawat selamat saat mendarat di sungai (Salah satunya pendaratan Garuda di Bengawan Solo tahun 2002).

Apa yang terjadi kemudian adalah sebuah cerita kepahlawanan yang dimonumenkan oleh Tom Hank & Clint Eastwood di Holywood.

Pengambilan keputusan Kapten Sully didasarkan oleh INTUISI yang dia miliki. Pengalaman terbang yang terentang sepanjang 40 tahun dan 20.000 jam terbang.

Dalam sebuah wawancara Kapten Sully mengatakan bahwa ketepatan pengambilan keputusannya terbentuk karena "Tabungan sedikit demi sedikit selama 42 tahun dari pengalaman, pendidikan dan pelatihan. Sehingga pada tanggal 15 Januari 2009 (pesawat jatuh), tabungan dapat ditarik dan mencukupi kebutuhan yang diperlukan (untuk melakukan sebuah pendaratan heroik)".

Yang dipaparkan oleh Sully (dan juga mas Mul) merupakan penjelasan empiris sebuah konsep yang dinamakan INTUISI. Intuisi merupakan proses pengambilan keputusan bawah sadar yang dipengaruhi oleh Judgment, Gut Feeling dan Experience, tiga faktor utama pembentuk utamanya.

Judgment dan Gut Feeling lebih banyak dipengaruhi dan dibentuk "dari sononya". Sedangkan PENGALAMAN dibangun oleh pendidikan, latihan dan jam terbang yang ditabung selama 40 tahun masa kerja dan 20.000 jam terbang.

Tabungan Intuisi dibangun berdasarkan pengalaman "yang benar". Bukan tabungan "uang palsu". Tabungan pengalaman yang salah (uang palsu) pada saat ditarik ketika dibutuhkan juga akan mengeluarkan uang palsu.

Kondisi yang serupa dialami oleh (mantan) motivator ternama Mario Teguh (MT).

Pada saat seorang pemuda bernama Kiswinar muncul dalam sebuah talkshow, maka proses pengambilan keputusan (dalam merespons) MT menjadi sebuah catatan penting.

Pengambilan keputusan hidup dan mati karir MT sebagai motivator. Penolakan MT bahwa Kiswinar bukan anaknya yang sah dari perkawinan pertama (yang selama ini ditutupi) menjadi keputusan blunder yang mematikan karirnya.

Hanya dalam waktu sebulan, MT dari seorang motivator dengan bayaran 60 jt/30 menit menjadi manusia papa yang dijauhi orang bahkan habis dibully di media sosial.

Semuanya didorong oleh intuisi. Yang menarik adalah selama puluhan tahun bekerja sebagai karyawan profesional dan 10 tahun sebagai motivator dengan ujar2 bijaksana, sesungguhnya apa yang ditabungnya di alam bawah sadar bank intuisinya?.

Jangan2 bukan "uang asli" namun malah "uang palsu" yang pada saat dibutuhkan malah menjerumuskan.

Btw, selama ini "uang" yang kita tabung di bank intuisi kita asli atau palsu ya?

EU4U
BSDCity041016

Untuk Decision Makers.

Tidak ada komentar: