21 Desember 2016

The Proven Leader #Hal102


Catatan Harian Eko Utomo

The Proven Leader #Hal102

Pada Sebuah Pertempuran.

Salah satu miniseri terbaik di dunia menurut saya adalah "Band of Brothers". Miniseri besutan Steven Spielberg dan Tom Hanks yang memenangkan 7 Emmy Award dengan total 27 nominasi (Oscarnya film TV).

Saya sudah menontonnya lebih dari 3x!. Banyak nilai2 kepemimpinan, kesetiakawanan, pengambilan keputusan dan juga etika moral yang dapat dipelajari dari miniseri yang berlandaskan kisah nyata perang dunia 2 di daratan Eropa pada waktu itu.

Salah satu episode favorite saya adalah "Bastogne". Sebuah episode yang sangat mengharu biru namun juga mencerahkan.

Easy Company (Kompi E) bertugas menjaga garis depan pasukan sekutu di sebuah hutan berhadapan langsung dengan pasukan Jerman di dusun di sebelahnya.

Selama berhari2 mereka dihujani oleh tembakan artileri pasukan lawan di tengah hujan salju yang dingin dan membekukan. Ranting2 patah dan pohon2 tumbang. Dan korban berjatuhan diantara anggota Easy Company yang tidak mampu bertahan di lubang perlindungan.

Sialnya Easy Company pada saat itu dipimpin oleh Letnan Dike. Seorang pemimpin yang peragu, penakut, buruk dalam pengambilan keputusan dan yang paling parah sering meninggalkan Easy Company saat terlibat dalam pertempuran dan kesulitan.

Dalam sebuah adegan penyerbuan markas pasukan Jerman di dusun sebelah hutan, Letnan Dike bertugas memimpin penyerbuan dan melewati dataran terbuka.

Kualitas kepemimpinan teruji dalam masa2 sulit bukan saat masa2 yg menyenangkan. Ketakutan, inkompetensi, keraguan, komunikasi yang buruk mengakibat pasukan Easy Company menjadi easy duck (sasaran empuk) pasukan Jerman dan banyak korban bergelimpangan.

Dalam kekalutan yang terjadi, Kapten Dick Winter (mantan komandan hebat Easy Company) mengirimkan Letnan Ronald Speirs untuk menggantikan Letnan Dike memimpin penyerbuan.

Rise and fall of company depend on the Leader (perusahaan maupun kompi serdadu) terbukti kembali kebenarannya. Dengan aksi heroik dan kepemimpinan luarbiasa Letnan Ronald Speirs maka kompi E mampu membalikkan situasi dari terpojok dan nyaris hancur dan kalah menjadi pemenang pertempuran.

Dimana pembedanya? Pemimpinnya! Letnan Ronald Spiers. Anggota tim yang hebat tidak dapat berperan maksimal dengan pemimpin yang mediocre. Tim hebat butuh pemimpin hebat untuk jadi Kompi yang hebat.

Pada Sebuah Kekacauan Bisnis & Organisasi.

Dalam sebuah workshop dengan peserta senior executive (Dir. Anak Perusahaan, GM & VP), muncul pertanyaan menggelitik: "apa alat ukur kualitas kepemimpinan yg hebat?".

Pertanyaan ini muncul dalam kaitannya dengan gonjang ganjing industri komoditas (termasuk pertambangan) yang sedang melanda dunia dan Indonesia saat ini.

Dalam diskusi yang terjadi saya memaparkan bahwa ada beberapa gelintir perusahaan yang survive dan tetap hebat dalam kondisi yang sulit saat ini. Dan faktor pembeda utamanya adalah: PEMIMPIN.

Saya menyampaikan bahwa dalam kondisi yang normal dan kondusif, ibaratnya perusahaan adalah gudang yang memiliki banyak persediaan. Jadi kalau ada kekurangan, cacat produksi, komplain pelanggan maka perusahaan dapat menggantikannya dengan barang lain dari gudang.

Kondisi krisis ibarat perusahaan tanpa persediaan dan gudang. Setiap pengambilan keputusan stratejik yang dibuat harus tepat dan akurat. Kaitannya dengan hidup atau mati. Menjadi pecundang atau menjadi hebat.

Kondisi nyaman MENYEMBUNYIKAN perbedaan kualitas pemimpin MEDIOCRE dan pemimpin HEBAT. Pemimpin hebat baru akan teruji dalam kondisi pertempuran yang sulit. Persis seperti yang dialami oleh Kompi E dalam miniseri Band of Brothers.

Jadi, kalau ingin melihat siapa2 pemimpin yang hebat lihatlah dalam masa sulit saat ini. Mereka yang mampu berdiri tegak dan yang mampu menegakkan batang yang patah adalah bukti kualitas kepemimpinan mereka.

EU4U
BSDCity130916
Untuk (calon) pemimpin hebat

Happy Tuesday!

Tidak ada komentar: