04 Juni 2011

Hiiiiiiiiiiiiiiii Monster!


"Tante, aku ngak berani ke dapur!' anak laki kelas 3 SD itu memandangku dengan mata yang kecut karena takut.
"Emang kenapa ngak berani ke sana?" tangan terulur dengan sendok penuh nasi berhenti di tengah jalan, mulut Jason jadi menganga menunggu sendok itu bergerak maju.
"Ada hantunya tante!", keponakanku yang ganteng itu menjawab dengan bibir yang bergetar.
"Hantu??" aku menahan ketawa sambil melirik suamiku yang masih asyik baca buku.
"Siapa yang bilang di dapur ada hantu?" walaupun sudah bisa menebak jawabannya, pertanyaan ini aku lontarkan untuk mendapatkan kepastian.
"Mami yang bilang. Katanya kalau aku ngak ngerjain PR tar dikurung di dapur yang ada hantunya!", kali ini jawaban bocah itu membuat aku dan suamiku tertawa kecil, sudah menjadi rahasia dikeluarga besar kami kalau mami bocah laki2 ini suka menakut nakuti anaknya dengan Hantu dan teman temannya.
"Emang kamu sudah pernah lihat hantu ya? hantu mah takut ma kita, ayuk aku temenin!", suamiku beranjak dan mengantar si bocah lelaki kecil itu mengambil makanan di dapur.

***

"Pa, besok aku ada undangan makan-makan sama teman teman Fitness First", kataku kepada suamiku yang lagi lagi sedang asik dengan bukunya.
"Lho bukannya kemarin dan lusa kamu sudah makan makan dengan mereka", sambil menggeser majalah dimukanya papa Thesa melihatku sambil sedikit heran.
"Ini lain lagi pa, kalau lusa Arsi, kemarin Becky dan besok Cecilia!"
"Banyak juga temanmu sekarang?"
"Iya sih...selama ini aku berfikir orang orang di FF sombong-sombong, jadi kalau ketemu dengan mereka di locker atau di kelas aku diam aja. E... ternyata saat aku sapa mereka ternyata mereka asik asik dan oke dijadikan teman".
"Lho bukannya selama ini aku sarankan kamu bergaul dan menyapa mereka", aku tahu arah pembicaran papa Thesa.
"Iya...sorry pa, aku terlalu banyak berfikir negative tentang orang lain sebelum tahu kondisi sebenarnya".

***

"Mak Erni apa kabar?"
Kami berdua menyambut kedatangan beliau dengan sukacita yang luarbiasa. Jari emas Mak Erni selama hampir dua tahun kami tinggal dikawasan BSD menjadi the last resort kalau urat dan otot sudah kaku dan perlu dilemaskan lagi. Mak Erni sudah lebih dari 2 bulan tidak hadir dirumah kami, dari salah seorang keponakannya kami dapatkan informasi bahwa mak Erni sempat masuk rumah sakit dan sekarang tidak boleh keluar malam untuk mengunjungi pasien. Nah, kedatangan mak Erni sesudah 2 bulan ini jelas merupakan pertemuan penting buat aku  dan suamiku sebagai pelanggan setianya.

"Mak, emang kemarin sakit apa kok sampai masuk RS segala?" suami yang mendapat giliran pertama sambil diurut bertanya.
"Itu...waktu pulang malam emak kaget dan sakit mendadak".
"Lho, kaget membuat emak jadi sakit?" suamiku menegaskan kebingungan kami.
"Iya, waktu itu emak pulang dari pasien jam 10 malam terus pulang lewat taman didepan", mak Erni yang sudah berusia 62 tahun itu meneruskan ceritanya.
"Nah, tiba tiba emak lihat ada hantu bertudung warna putih terbang dipohon!"
"Hantu??? dimana mak?" kami berdua jadi makin tertarik.
"Itu tuh yang dekat taman, emak langsung jatuh terduduk dan hampir pingsan. Terus ada satpam yang nolongin emak utk dibawa ke RS di depan". Kebetulan didepan cluster kami ada rumah sakit.
"Trus hantunya??" aku bertanya masih dengan kadar penasaran tinggi.
"Ternyata yang emak kira hantu adalah tudung dan baju tukang taman yang disangkutkan ke pohon" terang mak Erni sambil tertawa terkekeh.
"Wah....rugi bandar dong mak gara gara hantu hantuan" suamiku menimpali kekeh mak Erni.

"Hiiiiii Monster..........." tiba tiba Thesa berteriak keras, bukan nada takut yang keluar tapi sambil tertawa senang. Tangannya menunjuk pada layar kaca yang sedang menayangkan acara dari PlayHouse Channel. Kami semua ikut tertawa bersama Thesa, yang dia tunjuk di TV adalah salah satu karakter monster yang lucu dan baik hati.
"Papa monster!' kali ini Thesa menunjuk papanya dengan jari tangan mungilnya dan tawa lepasnya kembali berderai.
"Tesa anak monsteeeer!" papa Thesa membalas sambil menyambar badan anak perempuannya dan mencium pipinya keras keras.

BSD City, 9 Januari 2011
Eko Utomo dari sudut pandang Mrs. Etomo untuk mereka yang suka berfikir dan menularkan sikap positif.

80 Persen Anak Indonesia Berpikiran Negatif (Survey Pusat Intelegensia Kesehatan)  KOMPAS.com

Tidak ada komentar: