17 Juni 2010

Tanggung jawab siapakah?


Long weekend kali ini sungguh produktif. Tiga hari libur, mulai hari Jumat, Sabtu dan kemudian Minggu diisi dengan jadwal ketemu dengan teman baru, teman lama atau teman lama yang baru ketemu kembali. Banyak memori lama muncul dan juga memori baru minta jatah waktu untuk diendapkan.

Materi diskusi di hari sabtu sore adalah tentang bagaimana membangun komunikasi yang efektif dan powerfull. Bagian penting dari materi adalah memiliki mindset atau belief dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Salah satu belief penting itu adalah "The Meaning of Your Communication is the Response you Get". Efektif atau tidaknya cara kita berkomunikasi tidak terletak dari apa yang kita pikirkan namun dari response yang diberikan oleh partner didalam berkomunikasi. Artinya kalau partnernya ngak ngerti yang salah ya kita .......dan bukan partner bicara!.

Konsep diatas memicu diskusi yang menarik, salah seorang teman diskusi memberikan contoh bagaimana kalau orang yang diajak berkomunikasi kemampuan pemahamannya sederhana? atau dengan kata lain prosesornya agak lambat. Saya mencoba berdiskusi dengan mengajukan pertanyaan sederhana: sebenarnya tujuan dari kita berkomunikasi apa? jika tujuannya adalah kita ingin agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh pihak lain, maka tanggung jawab untuk membuat mereka mengerti pesan kita 100% ada ditangan kita, karena kita yang butuh.

Lha, bagaimana kalau orang yang diajak bicara masuk dalam katagori prosesor 386? ya bungkuslah pesan yang ingin disampaikan bisa dipahami oleh prosesor 386. Bagaimana jika lawan bicara keras kepala, tidak mau mengerti, sok pinter dan mau menang sendiri? sebagai pihak sender tugas kita membuat ybs menjadi lunak kepala, mau mengerti, menghargai orang dan mau mendengarkan! Walah.....berat banget dong kalau begitu sebagai sender? yes..............sebab sender dalam posisi menginginkan bahwa pesan yang dia kirimkan dapat dimengerti dan dibeli oleh pihak lain.

Hal penting lain yang muncul sebagai konsekuensi dari belief "The Meaning of Your Communication is the Response you Get" adalah membuat sender menjadi manusia yang bertanggung jawab untuk membuat proses komunikasi berjalan dengan efektif dan tidak mencari kambing hitam pada saat komunikasi tidak berjalan seperti yang diinginkan. Pemberi pesan menjadi kreatif dalam mencari cara agar pesannya dapat ditangkap dan dimengerti.

***

"Bu Santi, ada satu hal yang ingin saya bicarakan", guru pendamping* Tesa yang masih berstatus mahasiwa itu mendekati mama Tesa pada istirahat siang.
"Miss Sari, silahkan duduk. Mau bicara apa ya?" mama Tesa menggeser duduknya untuk memberikan ruang bagi Sari.
"Makasih bu, saya berdiri saja"
Mama Tesa tersenyum mencoba mencairkan suasana yang agak kaku, walau dalam hatinya penuh tanda tanya tentang masalah yang hendak dibicarakan oleh Sari.

"Begini bu Santi, sudah seminggu ini Tesa sering banget memanggil nama saya tanpa Miss didepannya. Saya sudah beberapa kali mengingatkan Tesa tapi Tesanya tetap saja melakukan hal yang sama. Saya ngak enak bu, takutnya nanti ditirukan oleh teman2 Tesa yang lain".

"Oooo masalah itu to, maaf miss Sari, memang Tesa beberapa hari ini kalau dirumah sering membicarakan miss Sari langsung sebut nama. Kami dirumah selalu mengingatkan Tesa untuk menyebut nama miss Sari lengkap tidak hanya Sari saja. Maapin Tesa ya miss".

"Tapi bu Santi, Tesa harus diingatkan terus menerus. Tadi pagi dia masih melakukan hal yang sama" terlihat bahwa guru pendamping ini masih belum puas dengan jawaban mama Tesa.

"Iya miss, nanti saya ingatkan kepada Tesa kembali. Tesa kan memang masih kelas 1, jadi mungkin dia meniru kalau saya atau ibu-ibu yang lain membicarakan guru pendamping anaknya menyebut nama langsung, maaf ya miss".

"Iya bu Santi, kalau dirumah tolong diingatkan Tesa terus bu, biar Tesanya tahu kalau menyebutkan nama saya harus dengan kata miss, tidak hanya nama saja!", Sari kelihatannya mengalami kekecewaan yang cukup dalam dengan Tesa anak bimbingannya semata wayang itu.

"Miss Sari, sebagai guru pendamping salah satu tugas utama miss Sari adalah mengerti perilaku dan kebutuhan Tesa. Kalau Tesa yang harus mengerti perilaku dan kebutuhan miss Sari artinya Tesa yang jadi guru pendamping dan miss Sari yang jadi murid kelas 1 SD!" kali ini kalimat yang dilontarkan mama Tesa membuat miss Sari diam dan merenung.


* Guru Pendamping: dalam sistem pendidikan di sekolah inklusif, anak dengan kebutuhan khusus belajar dan bergaul bersama anak2 lainnya. Namun agar proses belajar menjadi efektif maka anak berkebutuhan khusus memiliki guru pendamping pribadi yang membantu mereka didalam kelas.



BSD City
Akhir May 2010
Eko Utomo untuk Anda

Dikira TAHU ternyata BATU


Tol Cawang Priok, tempat yang tepat untuk membuktikan bahwa Jakarta tercemar berat dengan polusi industri dan kendaraan bermotor. Konstruksi jalan Tol yang melayang diudara mendekatkan kita kepada gumpalan asap keabuan yang memeluk Jakarta, asap yang berubah menjadi debu kotor saat jatuh ke mobil saat hujan datang. Kiri kanan jalan tol adalah atap-atap rumah dan perkantoran, luar biasa padat dan menghimpit. Lingkungan yang tepat untuk membentuk penghuninya berfikir dan bertindak menang kalah dengan cara saling menekan, mendorong, memukul dan bahkan memakan manusia lain, tempat sempurna pembuktian konsep "Homo Homini Lupus"*.

Dibelokan jalan keluar tol arah Rawamangun berdiri dua orang petugas. Baju mereka yang berdebu tertutup rompi, kacamata hitam bertengger diatas hidung, sedangkan mobil patroli diparkir mepet ke tembok jalan. Pandangan mata mereka tajam memperhatikan lalu lintas yang padat dari arah Cawang yang lalu lalang, sesekali mereka melirik saat ada mobil yang membelok turun keluar dari toll. Tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka berdua, entah apa yang ada dalam pikiran di tubuh yang tegak kaku yang sedang menghirup asal knalpot ratusan mobil itu.

"Priiiiiiiiiiiiiiit", tiba-tiba salah seorang dari petugas itu menyembunyikan peluit dan tangan kanannya memberhentikan sebuah mobil warna biru berplat nomer D, plat nomer kota Bandung.
"Selamat sore bu"
"Selamat sore pak, ada apa ya" sesosok wajah ibu muda dari balik kemudi terlihat jelas sesudah kaca mobil diturunkan.
"Ibu dari Bandung ya?"
"Tidak pak, saya dari Cibubur mau ke Rawamangun. Ada apa sih pak?" kembali ibu pengemudi bertanya ke petugas.

Sang petugas sekejap melirik keplat nomer mobil, D1234EU jelas mobil Bandung, diliriknya penumpang didalam mobil, hanya ada seorang nenek tua di sebelah sopir dan dua balita bersama pengasuhnya di jok belakang.
"Ibu dari Bandung mau kemana?"
"Bapak ini bagaimana sih......dari tadi sudah saya bilang saya dari Cibubur mau ke Rawamangun, kenapa saya dihentikan?" kali ini nada intonasi sang pengumudi terdengar naik setengah oktaf.
"Ibu sudah melanggar marka jalan dibelakang" jawabnya sambil menunjuk ke belakang.
"Melanggar apanya? saya tahu pasti bahwa saya berbelok dengan benar, bahkan dari jauh saya juga sudah menyalakan sign ke kiri" bukannya takut dengan petugas, intonasi suara pengemudi bahkan naik lebih tinggi lagi.

"SIM dan STNK" kata petugas dengan tegas dan tangan terulur kepengemudi.
Pengemudi wanita di mobil biru mengambil apa yang diminta dari dompet kulitnya.
"Ini pak SIM dan STNK saya, sekali lagi saya bertanya apa kesalahan saya? yang jelas saya tidak melanggar marka jalan!",
"Ibu bernama Santi Diana Tampubolon?" tanya sang petugas sambil membaca SIM.
"Betul"
"Ibu harus ditilang karena melanggar marka jalan" suara itu terdengar keras dan galak.
"Bapak tuli ya, saya sudah bilang saya tidak merasa melanggar marka jalan. Bapak jangan sembarangan menilang orang dengan alasan yang dibuat-buat!"
"Begini bu, kalau ibu tidak mau repot membayar dipengadilan, ibu bisa menitipkannya kepada saya".
"Pak polisi, bapak ini bener bener tuli ya, saya tidak melanggar marka. Bapak sudah baca nama saya, saya orang batak marga Tampubolon. Keluarga saya pengacara semua! Anda kenal Juan Felik Tampubolon tidak?" nada suara pengemudi mobil bernama Santi Diana itu makin tinggi.
Sang petugas mengerutkan dahinya, "tapi ibu telah melanggar marka jalan dan itu menyalahi aturan" nada suara petugas menurun dan melemah.

"Nama Anda siapa dan dari polsek mana? coba buka rompimu!" kata pengemudi wanita semakin keras.
Dari mukanya petugas polisi menjadi bingung tidak tahu apa yang harus dia perbuat.
"Berikan SIM dan STNK saya! dan buka rompimu biar saya lihat namamu! saya kebetulan mau ketemu dengan Ajun Kombes Agus Sunarko dari Mabes."
Muka sang petugas tampak makin kecut, dengan tergesa-gesa dia serahkan SIM dan STNK kepada sang pengumudi.
"Kalau ibu tidak mau ditilang ya sudah, silahkan lanjut" ucap sang petugas entah dasar atau tidak sadar saat mengucapkan kalimat itu.
"Anda ini keras kepala ya, saya minta buka rompi Anda dan Anda bertugas di polsek mana?" sesudah menerima SIM dan STNKnya sang pengemudi membuat gerakan seolah-olah mau keluar dari mobil. Melihat hal itu sang petugas dengan tergesa gesa bilang "lanjut bu" dan dengan tergesa-gesa meninggalkan mobil plat D warna biru sialan itu.

"Santi emang kenal dengan Ajun Kombes Agus?" nenek tua dikursi penumpang bertanya.
"Ngak kenal ma, aku ngarang aja...........emang cuman dia aja yang bisa main gertak!" kata pengemudi wanita itu dengan cuek sambil memasukkan kembali SIM dan STNK kedalam dompet.
"Juan Felik Tampubolan aja aku kenalnya hanya di TV kok he he he he, dikira supir cewek semuanya makanan empuk apa. Biar lain kali dia ngak sembarangan main tilang" sambungnya sambil mengarahkan mobil ke pintu keluar tol.

Dipersembahkan khusus untuk para pengemudi wanita yang perkasa namun tetap jelita.

Bandung, 29 Mei 2010
Wonderfull longweekend
Eko Utomo untuk Anda

* Manusia merupakan srigala bagi manusia yang lain

Lelayu lelayu dan konsep "Always Begin with the End in Mind"*


Lelayu: "Telah meninggal dunia dengan tenang mantan Ibu Kepala Negara Ainun Habibie di rumah sakit Jerman. Beliau meninggalkan banyak kenangan manis dan jasa kepada negara Republik Indonesia ini". Demikianlah selama 2 hari media massa Indonesia di bombardir oleh berita lelayu ini. Tidak peduli media TV, media cetak maupun media internet berlomba-lomba memberikan detail demi detail peristiwa dan kesan orang2 terhadap orang yang meninggal.

Kalau kita mau kembali ke masa beberapa bulan yang lalu, peristiwa yang sama dengan magnitute yang lebih besar dan massive juga terjadi saat mantan Kepala Negara Gus Dur meninggal dunia. Selama seminggu penuh berita in momeriam Gus Dur memenuhi media dan memenuhi pemikiran banyak orang Indonesia. Terlepas dari sikap kontroversialnya Gus Dur mampu mendesakkan ruang khusus di pemikiran kita tentang dia.

Pemakaman Kalibata 25 Mei 2010
Bau harum bunga mawar masih tajam menyeruak di udara yang basah oleh gerimis. Gundukan tanah merah itu baru berumur beberapa jam, masih teramat muda dan belia. Warna merah tanah itu menjadi gelap seiring datangnya senja di pemakaman. Tapak kaki masih jelas tercetak di basahnya tanah. Namun sosok tiga orang yang tunduk masih tegak berdiri disisi makam, tersisa dari mereka yang hadir dalam pelepasan. Tiga sosok manusia yang paling dekat dengan si jenasah.

Sosok pertama adalah nyonya Famiglia, seorang keluarga dekat. Sering ketemu dalam acara-acara keluarga. Yang walapun lebih muda tapi tahu persis tentang kisah kisah dari si jenasah dari sejak kecilnya sampai dengan meninggalnya kemarin sore. Sosok yang memiliki darah yang sama. Dan Famiglia termenung dan memikirkan si jenasah.

Sosok kedua adalah adalah Tuan Pari, seorang rekan kerja yang sama-sama meniti karir di perusahaan. Bersama dengan Pari membangun kompetensi, pengalaman dan reputasi. Bersama Pari pula mereka jadi saksi bahwa hidup pekerjaan adalah abu abu dan tidak hitam putih seperti yang mereka bayangkan saat mereka baru lulus kuliah sekian tahun yang lalu. Disisi makam Pari tegak dan diam, namun tarikan mata dan alisnya menunjukkan bahwa dia sedang merenung. Pari sedang memikirkan kisah hidupnya dengan si jenasah.

Sosok ketiga adalah Amico, pria berpakaian kasual namun dandy ini adalah sahabat setia dalam suka dan duka. Amico seorang teman sejati, teman yang ada tidak hanya pada saat kegembiraan datang namun juga saat kesedihan menyapa. Pertemanan yang erat itu bahkan berlanjut ke anak anak mereka, seiring dengan seringnya dua keluarga main bareng dan wisata bersama. Namun sore itu wajah Amico yang biasanya ceria tampak mendung, tarikan nafas yang berat menandakan Amico sedang merenung dan memikirkan suatu hal yang berat, sesuatu tentang si jenasah.

Dan tiba-tiba.................
...............dari ruang dimensi keempat Anda bisa menjenguk wajah sang jenasah. Wajah yang sangat dikenal...karena wajah itu adalah wajah Anda!

Disamping makam, tiga sosok terakhir Famiglia, Pari dan Amico hendak menyampaikan ucapan perpisahan. Ucapan perpisahan kepada Anda yang terbaring diam dan beku. Salam perpisahan seperti apa yang hendak mereka ucapkan kepada Anda? apakah salam perpisahan yang semanis madu atau sepahit empedu? apakah tentang cerita indah atau caci maki? apakah ucapan terimakah atau tagihan hutang yang belum terbayar?

waktu sekarang sampai dengan tiba saatnya nanti yang akan berbicara! dan itu ditentukan oleh ANDA!

BSD City
25 Mei 2010
EU 4 U

* Habit kedua Steven Covey

Hebatnya (lemahnya) Tunnel Boring Machine - TBM


Danau Singkarak nan cantik! Kabut pagi mengambang lembut di bibir air danau yang jernih. Sepanjang mata memandang yang ada adalah hening dan hijau daun yang sejuk. Desah angin pagi yang menyapa danau dan menggoda daun yang luruh menyatu dalam mistis Singkarak yang eksotis.

Back to 1996. Tahun dimana rupiah masih jaya terhadap dollar. Dan ditahun yang sama adipati tua sedang kehilangan roh tahta jawa karena ditinggal mati sang istri. Nah, ditahun yang sama pula penulis yang sedang duduk ditingkat akhir musti kerja sambil Tugas Akhir (Skripsi) di danau Singkarak nan indah. Waktu 6 bulan di daerah yang asing jelas bukan hal yang mudah untuk dilalui, beruntung alam yang cantik di sekitar proyek mampu menjadi obat dahaga dikala kangen tanah parahiyangan.

Setiap hari yang dikerjakan adalah memperhatikan mas TBM (Tunnel Boring Machine) bekerja ekstra keras untuk menggali lobang dari tepian danau Singkarak menuju ke turbin yang letaknya di dekat Lubuk Alung di seberang danau. TBM ini merupakan alat penggali bumi yang luarbiasa. Bagaimana tidak luarbiasa kalau sistem penggalian bumi konvensional dengan menggunakan bahan peledak (drill & blast-DnB) hanya mampu menggali kurang lebih 6 meter kemajuan sehari dan TBM mampu maju 30an meter! Dalam sebuah literatur bahkan dicatat rekor kemajuan TBM dengan diameter 5 m, mampu maju sejauh 500 m/hari! suatu rekor yang luarbiasa yang mungkin hanya bisa ditandingi oleh Antarejo anaknya mbah Werkudoro. Selat Channel yang menghubungkan Perancis dan Inggris juga dibangun dengan bantuan dan jasa TBM.

Nah, ceritanya PLN sebagai pemilik proyek menggunakan dua metode penggalian ini (atas anjuran konsultan tentunya) sekaligus. Dari arah Lubuk Alung menggunakan TBM dan dari arah Singkarak menggunakan drill and blast. Dan pada masa awal2 mas TBM menunjukkan keperkasaanya! setiap hari mampu menggali batu gunung yang keras puluhan meter, jauh meninggalkan DnB. Semua pihak terkait baik pemilik proyek, konsultan dan kontraktor tersenyum gembira membaca laporan kemajuan setiap harinya.

Tibalah pada suatu ketika, mas TBM yang sudah maju ratusan meter ketemu dengan tanah yang lembek yang diakibatkan oleh suatu patahan, atau istilah gampangnya adalah area gesekan lempeng bumi. TBM yang begitu perkasa menghancurkan dalam batu keras ternyata langsung takluk ketemu tanah lembek. TBM tenggelam karena tanah yang lembek tidak mampu mendukung badan TBM yang berat. Alhasil mas TBM berhenti bekerja selama berbulan2 bahkan hampir setahun! Ternyata mas TBM hanya mampu bekerja di batuan yang sesuai dengan speknya, pada saat batuan tidak sesuai lagi maka alatnya menjadi loyo dan tidak berguna. Mas TBM tidak mampu untuk menyesuaikan dengan kondisi batu yang berubah dan kemudian menunggu nasib dan pertolongan dari manusia agar tidak kejeblos lumpur patahan.

***

"Maaf pak, gagal lagi nih" Priyono salah seorang anggota tim duduk dikursi depan mejaku dengan lesu.
"Coba ceritakan apa yang terjadi Pri" tanyaku sejenak kemudian.
"Saya tadi pergi ke bu Dora pak, untuk berdiskusi tentang project A kita. Tapi reaksinya sama persis dengan minggu lalu. Bu Dora menolak project itu dan bilang bahwa masih ada prioritas lain yang lebih penting".

"Hmmm, saat tadi presentasi dan diskusi dengan bu Dora cara kamu presentasi sama dengan minggu lalu ya?" tanyaku kepada Priyono.
"Iya pak, kan memang materi projectnya sama ngak ada yang berubah!" kali ini Priyono memandangku setengah bingung setengah linglung.
"Lha kalau caranya begitu kamu sama dengan mesin TBM di Singkarak 14 tahun yang lalu Pri" jawabku setengah ketawa.
"TBM? makanan apa tuh pak?" mulut Priyono makin lebar terbuka menggambarkan pikirannya yang makin bingung.

"Mesin TBM itu alat pembuat terowongan yang hebat, kerjanya menghajar dan menggali terowongan dengan cara yang sama ngak peduli jenis batuan yang dihadapinya. Nah mesin TBM yang hebat dalam menggali batu keras ini takluk, stuck dan kejeblos di lubang batu yang lunak!" penjelasanku tentang TBM malah makin membuat Priyono bingung.
"Ya sudah, sekarang coba kamu kembali ke mejamu dan sekarang pikirkan strategi yang lain yang berbeda dengan strategi presentasimu yang pertama Pri. Buatlah pikiranmu menjadi lebih luwes dan fleksible tidak kaku dan asal tabrak seperti TBM".

Karawaci
25 Mei 2010
Lunch Time
EU for U

Kacamata Tesa (memilih sudut pandang)


Adakah anak kecil yang tidak suka berenang? demikianlah juga Tesa dan Jason. Pengalaman berenang selama 9 bulan di air kehidupan di rahim mama saat tumbuh sebagai bayi mendorong mereka untuk mencari pemenuhan hal yang sama di kolam renang lagi dan lagi tiada bosan.

"Asyiiiiiiiiiik kita berenang ke Ocean Park!" seru Tesa dengan nada gembira. Sore ini dengan ditemani oleh papa, mama, eyang, opung boru dan si mbak, Tesa dan Jason dengan semangat 45 menuju taman bermain merangkap kolam renang Ocean Park yang berada di jantung BSD City. Rupanya kolam renang plastik dengan diameter 2 meter yang dibelikan mamanya tidak dapat mengurangi kesukaan mereka bermain seluncuran di Ocean Park.

"Papa lihat pa" teriak Tesa gembira. Diatas hidungnya telah bertengger kacamata rayben kepunyaan sang mama!
"Wooow cantik nih anak papa, kayak artis ibukota Serpong" seruku saat melihat gaya Tesa.
"Papa..........pohon warnanya coklat"
"Iya sayang........pohon warna coklat karena Tesa pakai kacamata mama, coba kacamatanya kamu copot"
"Pohon warna hijau lagi pa!" jerit suara bening Tesa mengalahkan deru mesin mobil.
Aku hanya tersenyum simpul sambil memijat hidung Tesa.

Jam menunjukkan pukul 4 sore saat kami tiba di lokasi. Gerimis kecil turun perlahan mengantarkan kami masuk ke Ocean Park. Tesa dan Jason segera membuka baju dan terjun ke kolam begitu tiba disana.
"Opung coba lihat tuh si Jason......badannya montok dan gendut kayak papanya" mama Jason memberi komentar terhadap anak laki-lakinya.
"Memang gede benar si Jason, umur baru 5 tahun tapi sudah tinggi dan besar, ada kali 30 kg dia" opungnya membalas komentar mama Jason.
"Byuuuuuuuuuuuur" air kolam muncrat cukup tinggi. Seorang anak sepantaran Jason meloncat dan meluncur di seluncuran dan mengakibatkan huru hara kecil.
"Walaaaaah......dikasih makan apa ya sama mamanya? badannya kok sebesar kingkong." kata mama Tesa. "Jason disebelahnya jadi kurcaci he he he" lanjutnya sambil tertawa kecil.
"Nah....itu dia ma, besar kecilnya Jason mah tergantung dengan pembandingnya" komentarku menanggapi seruan mama Tesa.

***
Pengumuman pengumaman.....mohon menjadi perhatiannya, kepada ibu Sri dari Tangerang untuk segera ke ruang informasi karena sedang ditunggu oleh suaminya bapak Anto" loudspeaker diatas kami meneriakkan pengumuman.
"Dasar suami ngak sabaran, masak gitu aja dimasukkan ke bagian pengumuman. Apa dia ngak bisa mencari sendiri istrinya" desis mama Tesa mengomentari pengumuman barusan.
"Bisa jadi istrinya yang ngak tahu diri ma, asyik berenang sehingga lupa waktu dan lupa suami" sahutku sambil tersenyum simpul.

"Maksud papa apa?"
"Maksudku ungkapan mama barusan adalah interprestasi sepihak dari mama terhadap pengumuman tadi. Dan interprestasi tadi sangat dipengaruhi oleh sudut pandang mama. Orang lain bisa juga melakukan interprestasi yang lain dan yang sangat mungkin juga salah. Sama dengan kacamata rayben yang dipakai Tesa tadi."
"Lha terus interprestasi yang benar gimana dong?" kali ini nada mama Tesa menuntut penjelasan.
"Ya tidak perlu diinterprestasikan, yang ada adalah ibu Sri yang ditunggu oleh pak Anto diruang tunggu" jawabku sambil tetap tersenyum simpul.
"Lha kejadian sebenarnya bagaimana?" mama Tesa mengejar jawaban seperti angkot mengejar setoran.
"Kejadian sebenarnya bisa tanya langsung ke bu Sri dan pak Anto!, diluar itu adalah asumsi kita yang mungkin benar dan juga mungkin salah."

BSD City
22 May 2010
Bebek cabai hijau itu memang amboii
EU for U

16 Mei 2010

Gipong (Gigi Ompong) Tesa - Melepas yang lama untuk menerima yang baru.


"Pa....gigi Tesa lepas berdarah...".
Demikian warta berita utama jam 7 malam dibawakan oleh Tesa Utomo langsung dari BSD City khusus untuk sang papa saat pulang kerja.
"Coba papa lihat gigi ompongnya!"
Gigi taring lebih bagian atas kiri itu sudah tak terlihat disana. Gigi taring kecil yang sering membuat aku menjuluki bidadari kecil ini dengan julukan Tesa putri drakuli akhirnya pergi dari sarangnya.

Sama dengan anak-anak diseluruh dunia rentang usia 5-12 tahun, maka Tesa sedang menjalani masa menikmati goyang dan luruhnya gigi susu dan digantikan dengan gigi permanen. Nah gigi taring berlebih ini cukup mengkawatirkan. Lha kelebihan gigi kok gigi taring, sudah gitu kecil dan runcing pula. Maka episode warta berita malam itu merupakan episode warta berita yang menyenangkan dan membahagiakan. Paling tidak probabilitas Tesa untuk pasang kawat gigi saat SMP nanti berkurang.

"Papa....gigi Tesa goyang"
Untuk yang kesekian kali salah satu gigi susu Tesa sudah sampai diujung masa pengabdian. Namun sang gigi agak bandel, sudah goyang selama 4 hari dan belum mau tanggal juga. Tesa jadi risi dan sering lapor ke papa bahwa giginya goyang dan tidak mau copot.
"Pa........gigi goyang tidak mau copot" katanya sambil menunjukkan gigi seri bagian bawah.
"Coba papa lihat" kataku sambil memegang gigi tersebut dan ternyata memang sudah goyah sekali.

"Papa.....Tesa ompong" kata Tesa dengan sedikit ekspresi malu.

"Tesa sini sayang" kataku sambil menarik badan Tesa kedalam pelukanku. "Gigi Tesa yang ompong nanti akan tumbuh yang baru, seperti yang ini nih" kutunjukkan 2 gigi permanen yang telah tumbuh. "Kalau gigi Tesa ngak ompong tar gigi baru Tesa tumbuh dimana dong?" kataku sambil mencium pipinya. "Gigi lama lepas agar gigi baru datang sayang" sekali lagi aku cium dahi pujaan hati yang sudah mulai lancar bicara ini. Duduk dibelakang Tesa, mamanya duduk mendengarkan sambil tersenyum simpul mendengarkan dialog suami dan anak perempuannya.

***

Malam hari jam 7 malam lantai 3 Teraskota BSD City.
Malam ini aku dan mantan pacar sedang menjalani ritual lama nonton film di Blitz Megaplex.
"Pa, baju2 ku yang lama sudah habis nih" kata mama Tesa selepas dari pintu lift.
'Emang bajunya dikemanain"
"Kan waktu pulang ke Klaten kemarin aku bawa semua untuk diberikan ke saudara disana".
"Baguslah kalau begitu" kataku menyahut dengan muka tenang.
"Tapi pa, bajuku jadi sedikit nih!"
"Maksudmu?"
"Kan seperti diskusi papa dengan Tesa tadi, bahwa untuk menyambut yang baru kita harus mau dan berani melepas yang lama"
"Trus"
"Nah.....lihat tuh, counter Levis lagi diskon sampai 70%. Ada rok mini yang keren lho!"
Dan aku tidak mampu lagi mempertahankan muka tenangku.

BSD City
15 May 2010
Sesudah nonton Lucky Luck
EU for U

Cerita wayang mbah Kakung

Almarhum mbah Kakung* sudah sowan yang memberi hidup 10 tahun yang lalu dalam usia hampir 90 tahun. Mbah Kakung, demikian aku memanggilnya untuk membedakan dengan mbah Kauman. Mbah Kakung yang tinggal di desa Senden merupakan bapak dari ibuku sedangkan mbah Kauman yang tinggal di desa Kauman adalah bapak dari bapakku.

Saat kecil dulu, aku dititipkan kepada mbak Kakung karena bapak dan ibu sedang berjuang menegakkan ekonomi keluarga dengan mengembara sampai ke Lampung. Tinggal selama kurang lebih 3 tahun dengan mbah Kakung sampai kelas 2 SD inilah yang menjadikan jawaban mengapa saat ditanya oleh ibu siapa laki laki yang paling aku sayangi maka jawaban yang keluar dari mulutku adalah "mbah Kakung!", sedangkan bapak cuma mendapat nomer 3 sesudah Paklik.

Mbah Kakung orangnya tinggi besar dan warna kulit yang hitam ditambah dengan karisma orisinil yang dimiliki membuat Sukarnois tulen ini disegani lawan dan kawan. Pejabat Bayan** hampir seumur hidup ini adalah pejuang kemerdekaan yang gigih. Namun cerita tentang dirinya yang paling berkesan adalah peran yang diambil pentolan PNI ini dalam menyelamatkan hampir separo warga desa yang "kekirian" saat periode hitam sejarah Indonesia tahun 1965 juga mampir ke desa Senden, Ngawen Klaten. Desa Senden pada saat itu terbagi menjadi dua kubu yaitu PNI dan PKI. Dan mbak Kakung berperan besar melindungi warga desa anggota dan simpatisan PKI dari pembantaian massal pihak pemenang politik yang lebih memilih idiom politik ketimbang persaudaraan dalam memperlakukan pihak yang kalah.

Sebagai cucu pertama maka aku mendapatkan banyak keistimewaan dari mbah Kakung. Dan keistimewaan yang paling istimewa adalah menikmati kemewahan untuk bisa merasakan kelonan dan cerita mbah Kakung. Cerita yang paling populer adalah cerita wayang Mahabarata!. Sebagai priyayi jawa ndeso lulusan HIS kelas 3 tahun 20an, mbah Kakung sangat hapal dan piawai dalam cerita wayang Mahabarata. Cerita asal usul dan leluhur trah Pandawa dan Kurawa sampai dengan matinya Gatotkaca di perang campuh itu menjadi pengantar tidur yang tidak boleh dilewatkan setiap malamnya. Jam 8 malam saat mau tidur, hangat kelonan mbah Kakung ditambah dengan suaranya yang mantab bak dalang profesional membuat mimpiku melayang jauh tinggi, setinggi terbang Gatotkaca dan sedalam Antareja masuk kedalam bumi.

Teori NLP*** mengatakan bahwa kehidupan manusia 96% dikendalikan oleh Unconscious Mind(UM)****. Dan cara UM belajar adalah dengan pelajaran2 yang simbolic dan bukan pelajaran yang yang direct(menggurui). Pelajaran simbolic yang paling hebat adalah Metaphore, cerita dan analogi. Teori ini membantu aku mendapatkan jawaban kok kenapa cerita2 mbah Kakung sampai sekarang masih menempel sesudah lebih dari 30 tahun cerita itu diberikan, sedangkan petitih dan petatah yang langsung diberikan malah tidak ada yang diingat. Hal yang sama berlaku untuk semua cerita yang lain termasuk juga cerita2 yang dibuat oleh pengarang dongeng terbesar didunia Hans C Andersen, pendekar Super Saktinya mbah Kho Ping Hoo dan termasuk Agung Sedayu dan Mahesa Jenar titisan pakde SH Mintardja. Siapa yang tidak kenal Cinderella? Anak2 dan juga orang dewasa akan belajar jauh lebih banyak dari satu cerita dibandingkan dengan seribu perintah.

Hayoooo sudah mendongengkah Anda malam ini untuknya?


BSD City,
14 May 2010
Sesudah ditinggalkan 10 hari.
EU 4 U



*Mbah Kakung: Kakek
** Bayan: perangkat desa pembantu Lurah
*** NLP: Neuro Linguistic Programming
**** Unconscious Mind: Alam bawah sadar

Lirikan matamu..................(Eye Pattern)

Sore tadi kebetulan menonton TV One yang sedang menyiarkan sidang komisi etika kepolisian terhadap Kompol Arafat dalam kasus Markus (Makelar Kasus) yang sedang heboh di bumi pertiwi. Sabar......jangan menuduh yang aneh-aneh. Saya jelas bukan anggota Markus club dan juga bukan penggemar Kompol Arafat yang ganteng itu. Sampai saat ini saya masih penggemar mama Tesa yang jelas-jelas bergender wanita!

Yang membuat saya tertarik dengan siaran TV tadi sore adalah proses sidang yang sedang dilaksanakan. Fokus ketertarikan adalah pada response yang diberikan Kompol Arafat pada saat ditanya oleh penyidik. Pada saat hendak memberikan jawaban terlihat jelas bahwa mata beliau bergerak mengarah sebelah kanan(sering) dan juga kanan atas. Dalam konsep Neuro Linguistic Programming (NLP) untuk orang tangan kanan (right handed) gerakan mata ke sebelah kanan disebut sebagai Auditory Construction(AC) dan kanan atas sebagai Visual Construction(VC).

Trus, apa sih artinya AC dan VC? apabila seseorang pada saat berbicara mengakses sisi kanan dan kanan atas maka yang bersangkutan dengan melakukan construction (membangun) suatu hal yang baru. Hal ini berlawanan dengan akses ke kiri (Auditory Remembering) dan kiri atas (Visual Remembering) yang berarti yang bersangkutan sedang mengakses memori atau pengalaman yang memang sudah pernah dialaminya.

Apakah dengan demikian kalau pada saat seseorang ditanya dan saat memberikan jawaban banyak mengakses kekanan maka dia berbohong? tidak juga. Karena yang dinamakan construct tidak semata2 berbohong tetapi "membangun". Misalnya kita bertanya "coba bayangkan harimau yang punya sayap dan bertanduk serta bersuara seperti bebek" maka pihak yang ditanya pasti juga akan banyak melirik ke kanan dan kekanan atas karena memori tentang hal tersebut belum ada dan baru "dibangun sesudah ditanya".

Disclaimer:
Eiiiiiiiiiiiit penulis tidak bertanggung jawab dan tidak cawe cawe apabila sesudah Anda baca note ini kemudian terjadi kasus seperti ini:

"Mas, kok pulangnya malam banget" tanya sang istri.
"Iya dik, aku disuruh lembur sama boss" jawab suami sambil matanya mengakses kanan atas
"Tadi pulang sama siapa mas"
"Pulang sendiri kok" tetap dengan mata melirik kekanan atas
"Bonus tahun ini dah keluar belum mas?"
"Ngak ada bonus dik, perusahaan sedang kesulitan cashflow" tetap kanan atas.

Sabaaaaaaaaaaaaaar, jangan buru-buru marah, Siapa tahu sang suami sedang menderita mata juling.

Bandung, beautiful city
5 May 2010
EU 4 U
NLP Trainer

Menidakkan si TIDAK dan Jangan memunculkan kata JANGAN.

Pikiran bawah sadar (Unconscious Mind) mempunyai cara bekerja yang unik. Pikiran bawah sadar yang mengendalikan 96% kehidupan kita itu tidak memproses kata yang memiliki makna negative seperti "Tidak" atau "Jangan". Tidak percaya? mau bukti? Untuk mendapatkan hasil yang optimal saya mohon Anda mengikuti langkah2 yang saya tulisi. saya minta Anda untuk rileks sekarang, tarik nafas dalam dalam dan rasakan kenyamanan menguasai diri Anda sepenuhnya. Ikuti perintah berikut ini:

"Jangan membayangkan tugu Monas!". Apa yang ada dalam pikiran Anda sesaat sesudah Anda membaca perintah tersebut? Saya yakin bahwa bayangan tugu Monas muncul dalam pikiran Anda. Pikiran bawah sadar kita tidak memproses kata "Jangan" yang muncul dalam kalimat "Jangan membayangkan Tugu Monas", Tugu Monas muncul dalam pikiran kita.

Di Indonesia, ada ungkapan yang menyatakan bahwa peraturan ada untuk dilanggar. Proses pelanggaran terhadap aturan yang dibuat, sadar atau tidak sadar seringkali malah dipercepat oleh peringatan-peringatan yang memasukkan unsur kata negative yang tidak diproses oleh pikiran bawah sadar. Kalimat seperti:
- Jangan membuang sampah disini >> dibaca "buanglah sampah disini"
- Jangan menginjak rumput >> dibaca pikiran bawah sadar sebagai "injak rumputnya"
- Jangan main air >> dibaca "silahkan main air"
- Jawaban kamu tidak jelek >> dibaca "jawaban kamu jelek
- dlsb

Apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kata negative yang hasilnya malah berlawanan dari apa yang kita inginkan? Alih-alih menggunakan kata negative kita bisa menggunakan kata positive yang mempunyai makna yang sama. Kalimat "Jangan membuang sampah disini" bisa digantikan dengan "Jagalah kebersihan", dan kalimat "jangan main air" dengan mengajak anak kita mengucapkan "ayo main kereta2an saja".

Eiiiiit, jangan terburu nafsu untuk mengambil kesimpulan bahwa kata negative harus disimpan rapat2. Saat kita menyadari bahwa kata negative tidak diproses oleh pikiran bawah sadar, maka kita bisa menggunakannya dalam konteks untuk menetralkan hal2 yang negative atau kurang memberikan motivasi. Misal suatu ketika kita menghadapi suatu pekerjaan yang sulit, kalimat "pekerjaan ini tidak mudah!" lebih baik dibandingkan dengan "pekerjaan ini sungguh sulit".

***

"Jason mama mau tidur siang, jangan main air ya! kamu hari ini sudah main air dan mandi sampai 4 kali. Jangan main Rinso mama ya, kemarin kamu sudah menghabiskan Rinso satu kilo untuk main cuci cucian!" mama Tesa memberikan pesan kepada Jason sebelum naik kelantai atas untuk istirahat.

Dan sejam kemudian.
"Mama Tesa............" dari lantai atas terdengar suara opung memanggil.
"Ada apa Opung" sahut mama Tesa dari lantai atas masih dengan mata sipit karena belum puas tidur siang.
"Ini lihat anakmu......"
"Kenapa Pung?"
"Dari tadi main air terus tidak mau dihentikan. Rinso 2 kg yang baru saja dibeli sudah habis dibuat main sama dia!".


BSD City
2 May 2010
EU 4 U

"Cantik ngak dik?"

Siang yang panas ini mampu melelehkan lilin. Kata orang posisi bumi saat ini berada dalam jarak yang dekat dengan matahari. Panas yang menyengat itu membuat banyak orang rajin2 untuk mengusap keringat yang mengucur di pelipisnya. Namun panas yang sama membuat kantin sekolah laris manis. Semua orang menyerbu kesana untuk sekedar menyruput teh dalam botol atau es teh dalam gelas besar.

Seorang gadis melangkah masuk kedalam kantin. Wajahnya cantik dan manis. Kulitnya cukup terang untuk ukuran orang Indonesia. Hidung yang kecil dan mancung mempercantik wajahnya yang sedikit oval. Rambut sebahu ikal kecil kecil menjadi bingkai yang tepat bagi wajahnya. Senyumnya manis, namun yang paling manis adalah matanya. Mata indah itu memancarkan senyum yang paling manis yang mampu memberikan kesejukan dipanas terik disiang hari bolong itu. Gadis cantik itu segera memesan mie goreng dan segelas es teh, untuk mengganti energinya yang hilang saat berlatih piano tadi.

"Ferdinand" sapa gadis itu.

Dua orang pemuda datang memasuki kantin. Dari mukanya terlihat bahwa mereka adalah kakak dan adik. Dua-duanya sama sama ganteng. Dengan gaya yang keren khas anak muda jaman sekarang. Ferdinand sang kakak berdesir hatinya saat disapa sang gadis.Gadis itu teman sekelasnya. Dan semua cowok dikelasnya suka dengan gadis yang ramah itu. Dalam kegugupannya Ferdinand hanya mampu melemparkan senyum simpul pada sang gadis.

"Ferdinand, aku makan dulu ya"

Sekali lagi Ferdinand hanya mampu membalas dengan senyum. Walau setiap hari dia bertemu dengan gadis itu dikelas tetap saja dirinya merasa tersihir saat diajak bercakap.

"Kakak, siapa sih dia?" adik Ferdinand menjadi penasaran.

"Dik, dia teman sekelasku, namanya Tesa. Cantik ngak dik? kata Ferdinand ke adiknya. Saking terpesonanya Ferdinand tidak sadar perkatannya terdengar di seluruh ruangan kantin yang sempit itu. Seorang ibu yang duduk didekat Tesa tersenyum simpul.

"Ferdinand, kamu ngak sopan ya ngomong begitu!" seorang ibu yang duduk didekat Ferdinand berkata dengan sedikit malu. Ibu itu adalah mama Ferdinand. Dia mungkin malu Ferdinand anaknya yang baru kelas 1 SD itu bisa melontarkan pernyataan seperti itu.

"Ngak papa kok jeng, namanya juga anak kecil" sahut mama Tesa dengan senyum simpul mencoba meredakan situasi.


BSD City
Pagi yang indah di awal May 2010
EU 4 U